Wednesday, April 29, 2009

Ha-pe

Setelah kenyang makan biryani di warung langgananku, aku kembali pulang ke kos yang berjarak sekitar 150 meter, berjalan kaki di gang no. 6 atau yang biasa disebut dengan gali namber che dalam bahasa Urdu dan Hindi. Sepanjang gang, biasa jika malam hari di musim panas banyak orang-orang yang nongkrong berkelompok-kelompok, ada yang duduk di atas motor yang sengaja diparkirkan dan banyak juga yang ngobrol-ngobrol sambil berdiri. Beginilah salah satu gambaran suasana kehidupan di India. Bedanya sama di Inddonesia adalah bahwa yang ngobrol-ngobrol di luar hanyalah kaum Adam saja dan sementara kaum hawa tidak, mereka di rumah dan sungguh sangat memalukan dalam adat istiadat dan kehidupan masarakat Indiia jika ada perumpuan yang ikut-ikutan nongkrong di luar rumah.


Selama berjalan dari warung biryani hingga ke tempat kos yang berjarak hanya 150 meter tadi, aku temukan orang yang sedang menggunakan hp sebanyak delapan orang. yang terbayang di benakkku adalah bagaimana dengan kehidupan 10 tahun mendatang atau 20 tahun mendatang atau yang lebih jauh lagi 50 tahun mendatang. mungkin sepanjang jalan setiap 10 meter kita akan menemukan orang yang sedang menggunakan hp.


Di masa sekarang ini hp memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Bahkan tekadang lebih penting dari makan dan minum. Lihat saja contohnya ada teman yang kerjanya sepanjang hari hanya telpon-telponan dengan pacarnya sampai-sampai ga ingat makan. Aku kira itu hanya terjadi di siang hari saja, ternyata di malam harinya masih juga telpon-telponan sampai menjelang pagi. Aku heran juga dengan temanku yang satu itu. Herannya begini, baru aja ketemuan tapi gitu pisah baru beberapa menit langsung di telpon pacarnya. begitulah setiap harinya dan sekarang aku perhatikan badannya dah makin kurus dan mukanya kelihatan pucat. Dan aku pikir juga dia dan pacarnya sudah punya perinsip hidup yaitu "hanya kita berdua". Orang jenis ini jang dikunjungi dan jangan diajak berdiskusi, sebab dia ga punya waktu buat orang lain.

Lain lagi dengan yang sok anak gaul tapi ga bisa menyesuaikan tempat. Hp yang sudah diisi dengan lagu-lagu dinyalakan ditengah orang ramai. Ga ngerti kalau orang-orang ga suka dengan tindakannya yang sama sekali tidak punya peradapan di zaman semedern ini.

Macam-macam tingkah orang dengan memiliki hp. Di kosku ada yang menghidupkan alarm pukul 05.30 pagi yang sangat mengganggu karena yang punya hp sama sekali tidak pernah berniat untuk bangun, jadi buat apa alaram dihidupkan, dengan orang yang jenis ini aku yang paling ga mengerti.


Monday, January 05, 2009

Supir Mesir

Matanya mengarah ke kiri dan ke kanan, ke atas dan ke bawah memandang ruangan kerjaku tempat penyerahan paspor jamaah haji Indonesia di sebuah hotel yang bernama al-Azhar di kota Jeddah. Supir-supir mesir yang membawa jamaah haji Indonesia itu seperti orang-orang yang kelaparan di tengah padang pasir. "Ambil aja minuman kaleng itu" perintah seorang supir kepada temannya untuk mengambil minuman kaleng yang terletak di atas meja kerjaku. Semua yang ada di ruangan kerjaku yang bisa dimakan atau diminun dijarah oleh supir-supir mesir dan tentunya tanpa seizinku. Begitulah tingkah orang-orang Mesir yang tidak terpelajar saat menjadi tenaga musiman sebagai supir bus pengangkut jamaah haji. Selain bertugas mengantarkan jamaah haji ke tempat tujuan juga bertugas untuk menyerahkan paspor jamaah yang dia bawa kepada petugas yang berwenang di mana jamaah di antar. Berbeda dengan supir-supir dari negara Sudan, meskipun mereka hitam tapi tingkah lakunya putih dan penuh sopan santun, seperti aku..hhh


Saturday, February 24, 2007

Biaya Pernikahan di Sumatra

Di Sumatra, syarat untuk menikah selain yang sudah ditentukan oleh agama dan negara, adalagi syarat di luar itu, entah itu ketentuan adat (Melayu, Padang atau Batak misalnya) atau tradisi masyarakat setempat, yaitu uang hantaran atau uang lamaran atau juga uang belanja dalam istilah suku melayu. Tradisi kampung saya (Kubu, Rohil, Riau), besarnya uang hantaran berfariasi dan biasanya dilihat dari status sosial (baca status ekonomi) keluarga perempuan yang akan dilamar, jika ia seorang anak kepala desa misalnya maka uang hantaran tak kurang dari 15 juta rupiah atau ia anak pengusaha kampung, uang hantarannya juga tak kurang dari jumlah tersebut bahkan hingga 25 juta rupiah। Jika adat selain padang uang hantaran disediakn oleh pihak laki-laki yang ingin melamar maka dalam tradisi suku padang pihak perempuanlah yang menyediakannya untuk laki-laki yang akan menikahinya.

Untuk apa uang tersebut?

Uang tersebut digunakan untuk membeli peralatan pokok rumah tangga seperti ranjang, kasur, lemari dan lain sebagainya, juga untuk tambahan biaya pesta pernikahan atas nama pihak perempuan di mana jika pihak laki-laki ingin mengadakan pesta pernikahan atas nama keluarganya maka ia harus mengeluarkan biaya lagi. Jadi untuk menikah di sumatera memerlukan biaya yang sangat besar yang tak jarang sangat menyulitkan bagi pihak laki-laki untuk memenuhinya jika laki-laki tersebut tergolong masyarakat ekonomi kelas dua. Maka jalan keluarnya adalah berhutang atau menjual tanah pusaka. Cinta hanya sebatas pacaran dan uanglah yang melanjutkannya ke jenjang pernikahan.













Umur dan Pernikahan

Setiap aku ketemu dengan orang-orang yang baru aku kenal mereka juga baru kenal aku, saat berkenalan tak jarang aku ditanya "Sudah menikah?". Barangkali pertanyaan itu sering muncul karena menikah termasuk hal yang perlu diperhatikan.

Ketika aku jawab "belum",


Dia nanya lagi "emangnya sekarang umur kamu berapa?"

Aku bilang "31"

Si penanya ada yang bilang begini "Lho...ko' belum, jangan lama-lama, ntar keburu tua sementara anak masih kecil-kecil dan perlu biaya pendidikan dan yang lain-lain kamu ga sanggup memenuhinya karena sudah ga mampu bekerja lagi".

Ada juga yang balik bilang begini "belum ada jodoh apa? mau saya carikan?".

Yang lain lagi malah bilang gini "patah hati ya........?"

Kalau kamu bilang apa? (tulis jawaban kamu di coments atau di buku tamu ya.. h3..)

Emangnya kalau belum menikah di umur 31 itu termasuk golongan orang-orang yang terlambat menikah ya?