Wednesday, May 13, 2015

Mari menanam bunga terindah di sekitar kita

Umurnya sudah 50 tahun. Bekerja sebagai OB.
Dengan gajinya yang pas-pasan, untuk bertahan hidup di ibu kota iya harus sangat berhemat.

Tubuhnya kelihatan lebih tua dari umurnya, jalannyapun terlihat berat.
Anaknya  hanya 1 orang laki-laki yang sebentar lagi akan tamat SMA. Anaknya mau kuliah teknik tapi biayanya mahal, 50 ribu rupee (Rp. 10 juta). Jelas sang ayah yang berpenghasilan kecil tidak mampu. Ada saran agar anaknya tetap kuliah masuk uiversitas terbuka aja. O iya ya bisa sambil kerja kata bapak tua itu.

Anak satu-satunya itu memang diharapkan bisa membantunya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, tapi anaknya itu sakit-sakitan. Istrinya yang juga sudah tua juga sudah lama sakit. Tidak mampu melakukan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci pakaian dan membersihkan rumah.

Sebelum pergi ke tempat kerja, sang bapak tua terlebih dulu memasak dan menyiapkan makanan untuk istri dan anaknya. Meracik obat yang harus diminum oleh istrinya. Setelah pulang kerja bapak tua itu membersikah rumahnya dan mencuci pakaian kotor.

Bulan depan ibunya yang selama ini tinggal dan dirawat di rumah kakaknya akan tinggal bersama dia. Katanya mulai bulan depan dia tidak bisa lagi melakukan pekerjaan tambahan seperti mencuci piring dan membersihkan rumah orang karena harus segera pulang setelah jam kerja selesai. Jadi tidak ada lagi uang tambahan buat biaya pengobatan istrinya dan biaya pendidikan anaknya.

Di rumah ia harus menjaga ibunya yang sudah tua renta dan sakit dan jika ibunya ingin buang hajat iya harus mengangkatnya ke kamar mandi karena ibunya sudah tidak bisa jalan.

Di sekitar kita banyak sekali lahan subur yang bisa kita tanami bunga yang indah. Kita yang punya bibit-bibit bunga indah tidak kesulitan untuk mencari lahan. Bibit yang kita tanam dilahan yang subur di sekitar kita tersebut nantinya akan lebih indah dari bunga yang ada yang bisa kita lihat dengan mata. Bunga yang kita tanam akan menghasilan senyuman termanis.

Mari menanam :-)



Amalan supaya usaha dan rezeki lancar dan hati tenang dan tentram :

Buat adik-adik yang lagi mengembangkan usahanya, ini amalan supaya usaha dan rezeki lancar dan hati tenang dan tentram :
1. Menyenangkan hati kedua orang tua dan mertua serta mengurus segala keperluan mereka. Jika orang tua sudah meninggal maka doakan mohon ampunan bagi mereka.
2. Jujur dan menjaga hubungan baik dengan keluarga dan orang lain.
3. Bersedekah dan membantu sanak saudara dan orang lain yang tidak mampu.
4. Membaca surat al-Waqiah selepas sholat magrib.
Ongah doakan mudah-mudahan semuo usaha adik-adik semakin bekombang dan berkah. Aamiin ya rob

Friday, May 01, 2015

Buat adik-adikku di kampung Kubu

Adik-adikku di kampung Kubu....

Mungkin adik-adikku sering melihat status di FB orang-orang yang tinggal di kota besar yang isinya hujatan dan makian terhadap pemerintah atau pejabat. Katanya pejabat yang tidak tau kerjalah, yang tidak peduli dengan rakyat lah yang tidak bermasyarakat lah. Hidup di kota susahlah.

Tapi ketahuilah wahai adik-adikku yang di kampung. Kenyataannya tidaklah semua pejabat seperti itu. Masih banyak pejabat yang pintar-pintar, yang giat bekerja, yang sangat peduli dengan rakyat dan bersosial. Abangmu selama di perantauan, banyak sekali pejabat-pejabat dan atasan-atasan yang membantu, banyak sekali yang peduli, di saat susah banyak yang mengulurkan tangan membantu. 

Jadi janganlah ikut berburuk sangka. Sehingga adik-adik takut untuk merantau ke kota dan lebih mimilih hidup di kampung. 

Hidup di kota itu enak. Orang-orang baiknya banyak. Yang suka menolong banyak. Jalan bagus, listrik 24 jam nyala. Tidak seperti susahnya hidup di kampung kita. Walaupun kampung kita punya sumber minyak tapi kita tidak menikmatinya. Jalan-jalan rusak, harga barang-barang jadi naik, harga pakaian dan makanan mahal, tidak ada air bersih, mandi dengan air yang berwarna kecoklatan dan berbau, minum dengan air hujan yang di tampung di tangki besar yang tak dibersihkan,  Bahan bakar hanya kita dapat beli dari jerigen-jerigen kecil yang di jual di warung-warung dengan harga tinggi, listrik sering padam. 

Jadi adik-adik, berbaik sangkalah, tetap semangat untuk menggapai cita-cita dan jangan jadi putus asa. Berbuat baiklah dimanapun dan dengan siapapun. Dengan berbuat baik niscaya kebaikan dan kemudahan akan didapat.